Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Parenting Kampung



Mulai hari ini aku akan selalu menuliskan ide -ide yang terbersit dalam hidupku. Mencoba menuliskan dalam setiap bait/sajak/prosa ataupun apalah namanya. Kali ini aku akan menceritakan tentang kehidupanku. Aku tinggal di wilayah daerah yang mayoritas penduduknya adalah pekerja pabrik/buruh. Karena aku tinggal di dekat kawasan industri di pinggir kota semarang, sehingga penduduknya sangan akrab dengan  asap pabrik, suara bising kendaraan serta jalan penuh sesak dengan lalu Lalang truk berisi muatan aneka produk. Kembali ke dinamika masyarakat tempat tinggalku. Rata-rata disini memang termasuk masyarakat yang berpendidikan rendah. Banyak sekali anak-anak kecil yang ditinggal bapak dan ibunya bekerja, sehingga mereka hanya di asuh oleh tetangga/ rewang ataupun oleh kakek dan nenek nya. Yang tentu saja tidak semuanya mendapatkan Pendidikan yang baik. pengawasan yang kurang membuat anak-anak itu bereskplorasi dengan apapun yang ditemuinya disini. Tak heran banyak sekali penambahan kata-kata kotor yang terekam dari anak-anak tersebut. Kata-kata yang biasa dikatakan oleh preman terminal menjadi kata-kata khas saat emosi anak-anak itu meluap. 

Sangat miris rasanya melihat hal seperti itu. Selain itu perilaku- perilaku menyimpang ternyata juga kutemukan disini. Kemarin waktu aku sedang bersih-bersih rumah. Aku mendengar ada beberapa keributan kecil di samping rumahku. Ternyata ada 3 anak yang sedang berkerumun membicarakan sesuatu . “ Kowe kok malah ngrokok to” seru anak pertama. “ aku orak kok, aku dikongkon karo si Anu” seru anak kedua. “Hu , dasar lha kok kowe malah nyedot, nyedot rokokke. Dasar” seru anak ketiga. Aku kaget mendengar percakapan mereka. Tak ayal langsung saja kuhampiri mereka. Aku diam memperhatikan di belakang. Anak ketiga melihatku sambil berujar “ mbak iki lho malah ngrokok okh mbak” ( Sambil menunjuk anak kedua). Sontak anak kedua langsung menangis “ kok malah mbok kandakke to, kowe malah ngomong-ngomong okh “ serunya sambil menangis. Aku masih bingung menghadapi ketiganya. Aku usap kepala anak kedua. Dan kuminta si anak pertama dan ketiga untuk minta maaf dan bersalaman supaya si anak kedua tidak semakin menangis. Dalam hati aku masih bingung mau menyusun kata-kata nasehat yang mengena untuk  kukatakan. Tiba-tiba ibu si anak pertama dan ketiga ( mereka kakak beradik) datang. Ibu itu dengan setengah mengomel menyuruh si anak kedua agar jangan bermain dengan anaknya. “ cah kui senengane nuduh mbak, wingi anakku orak jaluk duit di omongi senengane jaluk duite. Aku malah dilabrak karo makne wingi,” serunya padaku. “ wes kono gek balik , ora usah dolan karo anakku “ teriaknya pada anak kedua. Anak kedua masih menangis sembari berseru “ lha deknen ngandakke nek aku ngrokokk okh “ sambil terisak. “ wes ora popo, ojo dikandakke ya cah” sambil berteriak ke anaknya. “ wes gek balik kono” seru ibu tersebut sembari pergi. Kuranglebihnya seperti itu.

Ya Allah aku masih tertegun. Bahkan untuk memberikan nasehat saja aku bingung mulai darimana. Aku tidak bisa langsung memarahinya, seharusnya aku katakan padanya bahwa itu perbuatan salah serta menjelaskan letak kesalahan dari tindakan itu agar dicerna oleh anak. Tapi itu semua buyar karena kebigunganku. Aku malu pada diriku, aku bersekolah menjadi seorang guru, namun ilmuku ternyata masih sangat kurang. aku masih belum bisa merangkai kata yang dapat membekas dihati anak-anak tersebut, aku bingung takut salah. Aku mengerti  anak-anak ini berbeda dengan anak-anak didikku yang biasa kutangani di sekolah. Sangat terasa perbedaanya. Aku mengajar di sekolah yang memang rata-rata anak-anak disana berasal dari orangtua kalangan menengah. Sehingga tidak sulit rasanya memberitahu mereka. Nah ini, salah sedikit mungkin aku bisa didamprat.

Tiba-tiba aku mempunyai ide. Sebuah ide yang mungkin masih harus dimatangkan. Aku ingin membuat program parenting kampung. Atau jika di singkat jadi parenting-kamp. Selama ini Pendidikan akan parenting masih dicicipi oleh kelas menengah saja. Masyarakat kaum pinggiran masih belum sadar akan hal itu. Kemampuan tentang pengasuhan anak hanya diwariskan secara turun temurun mengikuti pola asuh orangtuanya dulu. Jika orangtuanya sering membentak dan berlaku kasar dia secara tidak sadar akan berbuat demikian tehadap anak-anaknya. keadaan lingkungan masyarakat yang acuh tak acuh terhadap anak, banyak dari  mereka memperlakukan anak seolah memperlakukan kaum sebayanya baik dalam logat komunikasi maupun candaan, anak-anak ini bebas melihat bagaimana asyiknya bapak dan para pemuda tetangganya menikmati sebatang rokok/ menikmati minuman keras yang lebih dikenal dengan sebutan ciu. Tak ada yang menasehati, itu sudah biasa di kampung kami. Omongan -omongan sampah campuran beberapa nama hewan di kebun binatang membuat telinga anak akrab mendengarnya. Ya Allah miris.



Jika ada yang membaca ini aku ingin memberikan ide pada pemerintah. Untuk program PKK ibu-ibu jangan hanya focus pada peningkatan keterampilan atau hal-hal yang sifatnya tidak urgen seperti itu. Berikan program parenting untuk ibu-ibu , program tentang psikologi anak dan bagaimana cara mengasuh anak di era modern. Itu sangat sangat penting . Mereka para ibu adalah tiangnya negara. Mereka yang menanamkan pondasi pertama bagi para generasi penerus bangsa. Pondasi itu harus dibuat sekuat mungkin jangan hanya acuh tak acuh seperti ini. 

Program Parenting Kamp yang ingin kugagas adalah sebuah program tentang ilmu parenting bekerjasama dengan ibu-ibu PKK merangkum materi parenting dengan konsep yang sederhana, menyesuaikan lingkungan dan karakteristik masyarakat kampung. Namun aku sadar ilmuku masih cetek, toh nyatanya aku juga belum benar-benar merasakan menjadi seorang ibu, aku masih mempelajari teorinya dan praktiknya masih kulakukan kepada anak orang.  aku akan berusaha belajar. Semoga suatu saat kelak aku dapat merealisasikan program ini, bertemu dengan kawan-kawan yang mempunyai pola pikir yang sama untuk sama-sama berjuang membangun lingkungan kampungnya sendiri untuk menjadi lebih baik. Semoga.


Menjadi Guru Pembelajar

iseng-iseng selesai ulangan tengah semester saya bergegas ke perpustakaan sembari menunggu mata kuliah pada jam berikutnya, lumayan masih 1 jam lagi pikir saya. kebetulan disitu saya menemukan buku yang menarik judulnya ” Pendidikan Berpusat Pada Anak” karya Christine Peddington dan Marry Hilton.
diawal buku tersebut berisi tentang pendahuluan yang berisi latar belakang pengembangan pendidikan yang berpusat pada anak, hal pertama yang diungkapkan pada buku tersebut adalah tentang hakikat sebuah nilai. nilai disini menurut saya dapat disebut juga moral atau sikap,atau cara pandang berdasarkan adat istiadat ,latar belakang suatu masyarakat tertentu. nilai yang diungkapkan pada buku ini adalah nilai yang dipakai di negara Inggris. namun saya rasa hanya ada sedikit perbedaan yang tak terlalu signifikan.
pendidikan tempo dulu di eropa ternyata memiliki persamaan dengan pendidikan , dimana anak adalah objek, dan satu-satunya jendela ilmu yang dapat digali oleh anak hanyalah pada gurunya. apa yang dipaparkan guru maka itu juga yang akan diperoleh oleh anak. kesalahan fatal pada konsep ini adalah guru dituntut untuk dapat menggali ilmu seluas-luasnya agar anak dapat mengerti, namun kebanyakan guru hanya monoton mengajarkan hal yang sama pada anak.
perkembangan dalil yang menerangkan bahwa manusia lahir dengan membawa dosa bawaan pun mulai dipakai sebagai dasar pendidikan kala itu, sehingga anak-anak justru sering dikekang dan tidak dibiarkan secara bebas untuk mengembangkan kreativitasnya .




hingga muncullah tokoh pembaharu yang berhasil membawa perubahan salah satunya adalah john locke ia berhasil mengemukakan teori teori tabularasa dimana setiap manusia yang dilahirkan di dunia pada hakekatnya adalah bersih, ibarat selembar kertas putih yang bersih, mau ditulis apa semua tergantung pada pendidiknya.
seiring dengan semakin banyaknya wacana dan para praktisi yang terispirasi oleh john locke saya sangat tertarik pada apa yang dipaparkan buku ini mengenai karya Rosseau yang berjudul “EMIL” dalam bukunya Rousseau memberikan argumen sebagai berikut :
” kita dilahirkan lemah, kita butuh kekuatan
jika tidak mampu, kita butuh bantuan
jika bodoh, kita butuh akal
pendidikan ini datang pada kita dari alam, dari manusia, atau dari benda
pertumbuhan didalam organ dan bagian tubuh kita adalah pendidikan dari alam
pemanfaatan yang kita pelajari dari pertumbuhan ini adalah pendidikan dari manusia
yang kita peroleh dari pengalaman kita tentang sekitar adalah pendidikan benda
jadi jika kita diajar tiap guru, jika ketiganya bertentangan pembelajar tersebut tidak terdidik dengan baik, dan tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri jika ketiganya selaras pembelajar bisa lancar mencapai sasaran dan hidup damai dengan diri sendiri.
, maka ia terdidik dengan baik” ( Rousseau ,1762:6)


inti yang dapat saya ambil dari paparan Rousseau adalah bahwa pembelajaran dapat kita peroleh dari mana saja pada setiap detik kehidupan kita, setiap langkah dan tindakan kita, benda-benda disekitar kita, alam disekitar kita, orang -orang disekeliling kita mereka semua adalah guru bagi kita, seperti yang dikemukakan pada salah satu ayat al-qur’an yang berbunyi :
” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran 191
subhanallah maha suci Allah yang telah memberikan petunjuk pada rasulnya tentang segala permasalahan yang ada di dunia, mengacu pada hal diatas Allah telah mewahyukan kepada rasulnya untuk merenungi kebesarannya dengan mengamati ciptaan-ciptaannya, belajar lewat perilaku ciptannyta , belajar tentang bagaimana nikmatnya sebuah proses, kegagalan, dll.
untuk itu mari berproses kearah yang lebih baik …
aku melihat dan aku menikmati
aku mendengar dan aku menghayati
aku melangkah dan aku merenungi
aku bernapas dan aku sadar bahwa setiap detik adalah anugerah
setiap bagian adalah proses

Contoh Proposal PTK



PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS


A.    JUDUL PENELITIAN
Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Cerita Rekaan Bagi Siswa Kelas IV MI Al-Hidayah Melalui Picture and picture

B.     BIDANG ILMU
Bahasa Indonesia Keterampilan Menulis Cerita Rekaan

C.     PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Pengajaran bahasa Indonesia di sekolah pada hakekatnya adalah pengajaran keterampilan berbahasa,  bukan pelajaran tentang bahasa. Keterampilan-keterampilan berbahasa yang perlu ditekankan adalah keterampilan mendengar, membaca, berbicara dan menulis, semua keterampilan tersebut disajikan secara terpadu (Tachir, 1993 : 2).
Keterampilan membaca dan menulis perlu mendapat perhatian khusus sebab memang sulit menumbuhkan tradisi atau kebiasaan membaca dan menulis atau mengarang. Dipihak lain, karena kita hidup dalam tradisi lisan, pelatihan mendengar dan berbicara siswa cukup banyak mendapat kesempatan dan rangsangan di luar kelas. Tradisi membaca dan menulis memang belum dapat diharapkan dari masyarakat (Sugono, 1995 : 5).
Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa. Siswa dituntut mempunyai kemapuan untuk dapat melahirkan dan menyatakan kepada orang lain apa yang dirasakan, dikehendaki dan dipikirkan dengan bahasa tulis. Kemampuan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. Pembinaan yang sebaiknya terhadap pengajaran menulis bukan saja menghasilkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan menulis yang baik, tetapi juga akan mengembangkan potensi pengajar bahasa Indonesia yang selama ini sering dikatakan kurang efektif.
Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar bahasa Indonesia di MI Al-Hidayah, bahwa pembelajaran bahasa Indonesia masih menekankan pada materi yang terdapat di dalam buku, dan juga belum memanfaatkan pendekatan kontekstual yang mempergunakan media dalam pembelajaran secara maksimal. Mengajak siswa berinteraksi  dengan lingkungan jarang dilakukan. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif, karena siswa kurang merespon terhadap pelajaran yang disampaikan. Maka model pengajaran semacam ini cenderung menyebabkan  siswa menjadi jenuh.
Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas, pembelajaran bahasa Indonesia di MI Al-Hidayah  dengan kondisi peserta didik pada saat ini serta berdasarkan pada hasil rata-rata tes kemampuan awal yang dilakukan ternyata sebagian besar siswa kelas IV MI Al-Hidayah hasilnya masih dibawah Kriteri  Ketuntasan  Minimal  (KKM=70,00).
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
Salah satu media yang dapat digunakan untuk mendorong anak supaya dapat meningkatkan hasil belajar menulis adalah menggunakan picture and picture. Peneliti berkeyakinan bahwa media picture and picture ini akan berhasil didasarkan pada asumsi bahwa media ini memiliki beberapa kelebihan: pengguaan gambar biasanya disukai anak, praktis, bisa digunakan berulang-ulang, menarik, inovatif, dan hemat.
2.      Perumusan dan Pemecahan Masalah
           Berdasarkan masalah di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.  Apakah melalui pendekatan picture and picture dapat meningkatkan kemampuan
    siswa dalam menulis cerita rekaan?
b.  Apakah melalui pendekatan picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar
    siswa pada menulis cerita rekaan?
3.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
a. Melalui pendekatan picture and picture  dapat meningkatkan kemampuan siswa
   dalam menulis cerita rekaan.
b. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis cerita rekaan melalui pendekatan
   picture and picture .
4.      Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan para siswa:
a. Guru dapat menerapkan picture and picture sebagai salah satu metode yang dapat membantu guru dalam pelajaran Bahasa Indonesia sehingga dengan mudah memahami konsep tersebut dengan baik sehingga kemampuan menulis secara umum menjadi lebih baik.
b. Siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran sehingga mengurangi kebosanan dalam belajar.
c. Kemampuan awal siswa dapat digali secara optimal agar siswa belajar lebih mandiri dan kreatif, khususnya ketika mereka akan mengkaitkan dengan pelajaran baru.
d.Aktivitas siswa dalam menulis cerita rekaan meningkat.
e.Hasil belajar siswa menulis cerita rekaan meningkat
f.Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan bagi sekolah tentang variasi pembelajaran dan peningkatan profesionalisme guru serta meningkatkan mutu proses pembelajaran.
Adapun manfaat dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:
a. Bagi diri peneliti, merupakan pengalaman yang berarti sebagai bekal untuk     meningkatkan kemampuan dalam perbaikan proses pembelajaran;
b. Bagi Peserta Didik, membantu mengatasi kesulitan dalam mengikuti proses   pembelajaran, terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia;
c. Bagi Guru, sebagai bahan koreksi dan perbaikan untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi peserta didik pada masa-masa berikutnya;
d. Bagi Sekolah, meningkatkan pelayanan kepada peserta didik, meningkatkan sumber daya manusia guru, secara umum prestasi sekolah mejadi lebih meningkat.

D.    KAJIAN/TINJAUAN PUSTAKA
              Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:741), menyatakan metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
1.    Picture and picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah:
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b. Menyajikan materi sebagai pengantar.
c. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan    gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
e. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
f. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
g. Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan dari picture and picture:
a. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
b. Melatih berpikir logis dan sistematis.
2.    Cerita Rekaan
Cerita rekaan adalah cerita yang memang tidak benar-benar terjadi (cerita khayalan) atau juga bisa cerita itu pernah terjadi dan dialami oleh penulis kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita.
Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.
Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia semacam itu diharapkan:
Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri;
Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar;
Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya;
Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah.
Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia; dan
Daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.
Adapun tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah agar peserta didik memiliki kemampuan: berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis; menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara; memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan; menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial; menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa;
menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Sedangkan, ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakupi komponen- kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek:
a.  mendengarkan;
b. berbicara;
c. membaca; dan
d. menulis.
Pengembangan bahasa pada anak memerlukan kesempatan menggunakan bahasa. Oleh karena itu, kita membutuhkan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan yang banyak atau kaya bagi siswa untuk menggunakan bahasa di dalam cara-cara yang fungsional (Gay Su Pinnel dan Myna L. Matlin, 1989:2).
Guru yang memberi siswa kesempatan mengembangkan keterampilan berbahasa di dalam konteks nyata dan situasi yang kompleks akan meningkatkan pembelajaran karena mereka (guru) memberi siswa pelatihan di dalam keterampilan yang terintegrasi dengan literasi tingkat tinggi. Komunikasi adalah inti pengajaran language arts, sementara itu tugas-tugas komunikasi yang kompleks adalah inti kemahirwacanaan tingkat tinggi (high literacy) (CED, 2001).
Selanjutnya, guru yang memberi pengalaman kepada siswa dengan pembelajaran terpadu melalui lingkungan mahir literasi (literate environment) ternyata dapat meningkatkan pembelajaran karena mereka (siswa) menggunakan proses-proses yang saling berkaitan antara membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan untuk komunikasi alamiah senyatanya (authentic commmunication) (Salinger, 2001).
Namun, secara jujur harus diakui bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di MI Al-Hidayah belum berlangsung seperti yang diharapkan. Pembelajaran Bahasa Indonesia lebih cenderung bersifat teoretis dan kognitif daripada mengajak siswa untuk belajar berbahasa Indonesia dalam konteks dan situasi yang nyata. Akibatnya, apa yang diperoleh siswa di kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tidak bisa diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, pembelajaran Bahasa Indonesia terlepas dari konteks pengalaman dan lingkungan siswa. Hal ini bisa menimbulkan dampak yang cukup serius terhadap keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam peristiwa dan konteks komunikasi.
Apa yang kita amati dari hasil pembelajaran di sekolah dasar dan menengah di Indonesia adalah ketidakmampuan anak-anak menghubungkan antara apa yang dipelajari dengan bagaimana pengetahuan itu dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan sehari-hari (Direktorat SLTP, 2002). Apa yang anak-anak peroleh di sekolah, sebagian hanya hafalan dengan tingkat pemahaman yang rendah. Siswa hanya tahu bahwa tugasnya adalah mengenal fakta-fakta, sementara keterkaitan antara fakta-fakta itu dengan pemecahan masalah belum mereka kuasai.
Dalam konteks demikian, diperlukan upaya serius melalui penggunaan pendekatan yang inovatif dan kreatif agar pembelajaran Bahasa Indonesia di MI Al-Hidayah bisa berlangsung dalam suasana yang kondusif, interaktif, dinamis, terbuka, menarik, dan menyenangkan. Melalui proses pembelajaran semacam itu, siswa diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan emosional, sehingga mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai dengan konteks dan sitiuasinya
Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diduga mampu menciptakan suasana yang kondusif; interaktif, dinamis, terbuka, inovatif, kreatif, menarik, dan menyenangkan adalah pendekatan pragmatik.

E.     METODE PENELITIAN
1.      Setting Penelitian
a.       Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus Tahun Pelajaran 2011/2012 selama kurang lebih 3 bulan, dan untuk  tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) maka penelitian ini dilaksanakan secara bersamaan dengan kegiatan pembelajaran itu sendiri.

b.      Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI Al-Hidayah. Pertimbangan peneliti dalam menetapkan tempat uji coba penelitian adalah, bahwa MI Al-Hidayah  selalu  terbuka dalam upaya menerima terobosan baru di dunia pendidikan.
c.       Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I MI Al-Hidayah  tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak 30 orang terdiri atas laki-laki 15 orang dan perempuan 15 orang.
d.      Obyek Penelitian
Sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV semester I MI Al-Hidayah pada pembelajaran menulis cerita rekaan melalui picture and picture.
2.      Faktor-faktor yang Diteliti
PTK akan ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dan pada masing-masing siklus tediri atas dua kali pertemuan (2×2x35 menit). Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu:
a.       Persiapan
Sebelum melakuakan penelitian, peneliti merancang sebuah pembelajaran dengan menerapkan metode Picture and picture  pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ciri-ciri bebrapa jenis hewan siswa kelas IV MI Al-Hidayah dalam dua siklus. Tahap selanjutnya adalah mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, menyusun silabus dengan mengambil kompetensi dasar, menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS), menyiapkan instrumen tes, menyiapkan instrumen penelitian, dan lain-lain.
b.      Rencana Tindakan
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga siklus dengan pembelajaran menggunakan metode Picture and picture . Siswa diberikan serangkaian gambar yang berurutan kemudian dari masing masing gambar siswa diminta untuk membuat kalimat. Kalimat-kalimat tersebut kemudian ditulis dalam satu rangkaian menjadi sebuah cerita. Data yang terkumpul berupa tingkat keberhasilan setiap siklus, yaitu peningkatan prestasi belajar siswa. Sesuai dengan intrumen yang kami gunakan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian soal tes, karena teknik ini digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Analisa data yang dilakukan tidak menggunakan uji statistik, tapi menggunakan teknik analisis deskriptif.
Teknik pengumpulan data ini mencerminkan penelitian kualitatif dengan latar belakang penelitian sebagai sumber pengambilan data yang bersifat alamiah. Analisis data bersifat deskriptif dengan manusia sebagai instrumen kunci, serta memperhatikan proses bagaimana peserta didik dapat memperoleh prestasinya. Jadi tidak semata-mata cukup dengan memperhatikan hasil yang diperoleh peserta didik saja. Adapun rencana tindakan yang akan dilaksanakan setiap siklusnya adalah sebagai berikut:

Siklus I
1) Pelaksanaan tindakan, setiap siswa diberi serangkaian gambar yang berurutan dan kemudian dari masing masing gambar siswa diminta untuk membuat keterangan tentang gambar tersebut. Kalimat-kalimat keterangan gambar tersebut kemudian ditulis dalam satu susunan  menjadi sebuah cerita.
2) Observasi dan pengumpulan data. Bersama dengan observer peneliti melakukan pengamatan jalannya pembelajaran yang meliputi proses pengamatan terhadap aktivitas dalam pembelajaran secara keseluruhan, mengamati aktifitas siswa dalam Picture and picture , mengerjakan tugas, pemaparan hasil ; melakukan penilaian hasil dan membuat laporan hasil temuan; serta mengumpulkan data dan, dan menghitung prosestase keberhasilan belajar peserta didik.
3) Mengamati kesulitan peserta didik dalam menulis menggunakan Picture and picture .
4) Refleksi, berupa lembar observasi dan catatan selama kegiatan kemudian dikaji untuk direnungkan. Evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti dalam proses pembelajaran untuk diperbaiki dan dilaksanakan pada pembelajaran siklus berikutnya.
e) Mengambil kesimpulan
Siklus II
Siklus II dilaksanakan jika hasil dari siklus I masih terdapat kelemahan dalam pembelajaran.
3.      Data dan Jenis Data
Data yang diperlukan pada penelitian ini berupa nilai ulangan, yaitu nilai hasil ulangan pada setiap akhir siklus
4.      Teknik Pengambilan Data
Dengan memperhatikan judul penelitian dan instrumern penelitian yang digunakan, maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data tes. Pada setiap akhir siklus siswa diberi seperangkat soal untuk dikerjakan, kemudian diberi skor pada setiap jawaban yang benar sebagai pedoman untuk memberikan nilai pada siswa.

5.      Teknik analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif karena penelitian ini bertujuan unuk mengetahui sejauh mana metode Picture and picture  dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia materi menulis cerita rekaan siswa kelas IV semester I MI Al-Hidayah  Tahun Pelajaran 2011/2012. Dalam pelaksanaan analisis data kegiatan utamanya adalah mengolah skor menjadi nilai.
6.      Indikator Kerja
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah jika siswa mampu membuat sebuah cerita rekaan dengan baik menggunakan kaidah kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan dan aktifitas siswa selama menulis menggunakan Picture and picture, maupun dari pencapaian nilai hasil ulangan para siswa pada setiap akhir siklus yakni 75% siswa mencapai batas angka Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70,00.

7.      Hipotesis Penelitian
Dengan menerapkan metode Picture and picture  akan dapat meningkatkan prestasi belajar menulis cerita rekaan bagi siswa kelas IV semester I MI Al-Hidayah Tahun Pelajaran 2011/2012.

F.      JADWAL PENELITIAN


NO
JENIS KEGIATAN
BULAN PELAKSANAAN
JUNI
JULI
AGUSTUS
1
2
3
4
1
2
3
4
5
1
2
3
4
1
Persetujuan Proposal
x
x











2
Persiapan Penelitian


x
x









3
Tindakan Kelas




x
x
x






4
Pengolahan Data







x
x




6
Analisis  Hasil








x
x
x


7
Laporan Hasil Penelitian











x
x
























LAMPIRAN:


LEMBAR OBSERVASI GURU/SISWA


No.
Aktivitas Guru/Siswa
Ya
Tidak
SKOR
0
1
2
3
4
1
Guru menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan







2
Siswa memperhatikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan







3
Guru menjelaskan secara singkat aturan penulisan cerita rekaan







4
Siswa memperhatikan penjelasan aturan penulisan cerita rekaan







5
Guru membagikan LKS yang berisi gambar-gambar yang ter acak







6
Siswa memperhatikan LKS yang berisi gambar-gambar yang ter acak







7
Guru meminta siswa menebak gambar mana yang pertama







8
siswa menebak gambar mana yang pertama







9
Guru menanyakan alasan memilih gambar tersebut







10
Siswa alasan memilih gambar tersebut







11
Guru meminta siswa meneruskan menyusun dengan urutan yang benar.







12
Siswa meneruskan menyusun dengan urutan yang benar.







13
Guru meminta siswa memberikan deskripsi/keterangan pada tiap gambar.







14
Siswa memberikan deskripsi/keterangan pada tiap gambar.







15
Guru meminta siswa menuliskan kembali deskripsi-deskripsi tesebut menjadi sebuah paragraf.







16
Siswa menuliskan kembali deskripsi-deskripsi tesebut menjadi sebuah paragraf.







17
Guru meminta siswa mempresentasikan hasil kerja di depan kelas







18
Siswa mempresentasikan hasil kerja di depan kelas







19
Guru meminta siswa memajang hasil kerja di papan display.







20
Siswa memajang hasil kerja di papan display.







21
Guru meminta siswa memberikan kesimpulan







22
Siswa memberikan kesimpulan








Observer,



................................................
 
Keterangan:
0                    : Sangat kurang
1                    : Kurang
2                    : Cukup
3                    : Baik
4                    : Sangat Baik

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2008. Model Silabus Kelas IV. Jakarta:Depdiknas
Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka
________. 2004. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kelas I s.d. VI Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta:Depdiknas
________. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:Depdiknas
Oemar Hamalik. 1983. Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung:Tarsito
Kasbulah. 2001. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Malang:Universitas Negeri Malang
Nasution. 2003. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara
Ngalim Purwanto. 1998. Psikologi Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:Rineka Cipta
Slamet. 1987. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:Rineka Cipta
Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:Rineka Cipta
Nana Sudjana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar. Bandung:Remaja Rosdakarya
Sumadi Suryabrata.1984. Metodologi Penelitian. Jakarta:Raja Grafindo Persada
Winkel. 1980. Psikologi Pengajaran. Jakarta:Gramedia










You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered by Blogger.

Total Pageviews

About Me

My Photo
Septi dewi
Pantang Menyerah dan selalu semangat
View my complete profile

?

Popular Posts

Laman

Followers

IP

Archives