Internal-eksternal
Didepan laptop aku berpikir. “ posting nggak ya?, posting nggak yaa?. Hemmm!. Udah deh posting aja, toh ini adalah acara yang kuniatkan untuk mengajak mereka semua untuk silaturahmi. ini acara dakwah eksternal untuk umum yang insyaAllah penting banget buat dipublikasikan” . aku meyakinkan diriku sendiri.
Assalamualaikum
HM* dan MH** Present
Mengundang seluruh mahasiswa muslim untuk hadir dalam acara bedah buku Muhammad Alfatih 1453 yang aka dilaksanakan pada hari Jumar 25 Oktober 2012 . pukul 15.30 di masjid kampus. dengan pembicara akhina Ahmad Dukan dan Ustad Fery Ismail. Fasilitas : snack dan ilmu yang bermanfaat. Gratis
Untuk pendaftaran hubungi : 085641****
“ Isna kita buat acara dakwah yuk dikampus” seruku pada Isna yang sedang asyik membaca buku.
“ acara apa Sinta?” tanya Isna
“ acara bedah buku aja. Ini ada buku bagus banget tentang pemimpin Islam. aku miris banget setiap acara internal LDK kampus kok yang ikut cuma dikit. Nah aku pengen kita undang ormawa eksternal Islam buat ikut dan meramaikan kegiatan dakwah internal. Jadi biar LDK nggak cuma dibawah komando satu eksternal aja gimana? “ seruku pada Isna
“ hmm. Itu bagus. Tapi apa iya mereka semua mau hadir?” tanya Isna lagi.
“ kalau gak dicoba, gimana kita tahu!. Hehe ayo kita bahas acara ini” seruku menggebu-gebu.
Sudah lama aku merasa miris. Dikampusku persaingan eksternal untuk mendapatkan kader begitu terasa. Sedangkan dakwah internal sudah dikuasai oleh eksternal tertentu. Jadi bisa dibilang mahasiswa yang ikut dalam kegiatan internal dakwah sebagian besar ya orang eksternal itu-itu saja. Meskipun aku sudah pernah diskusi dengan eksternal islam lain. Toh jawaban mereka beragam. Ada yang mengatakan bahwa “ percuma masuk internal. Toh keberadaan kita nggak akan diperkuat. Yang ada paling kita Cuma dimanfaatkan tenaganya aja. Dan nggak akan pernah mendapat peran sentral disana”. Sementara yang lain “ halah males ah. Paling nanti kita disuruh masuk aliran mereka. Padahal pemahaman kita tidak sama” . “ Sinta, dulu senior kita juga pernah ada yang aktif di LDK. Bahkan beliau jadi kadep An-Nisa. Tapi setelah tahu kalau senior kita anak HM* apa yang mereka lakukan coba? setiap acara beliau mulai jarang diberi informasi. Dan yang paling menyakitkan jabatan beliau dicopot. Jadi daripada makan hati fokus kita ya di luar LDK saja” seru yang lain menambahkan.
“ ya Allah. bukan aku sok pahlawan disini. tapi apa benar seperti itu. meskipun aku juga aktivis eksternal yang berbeda dengan mereka. namun aku ingin eksternal bersatu untuk dakwah internal kampus. untuk mengajak masa yang banyak supaya mereka para adik-adik tingkat dapat terbentengi dengan dakwah islam sehingga tidak terjerumus perbuatan-perbuatan maksiat. bayangkan saja jika para anggota eksternal dapat bersinergi bersama pasti setiap kajian LDK akan banyak dan semakin ramai adik-adik yang ikut. Selain itu pemikiran kami pun pasti akan sangat beragam. Karena masing-masing eksternal membawa ciri khasnya masing-masing” pikirku.
Esok harinya
Aku dan Isna segera membagi tugas. Aku bertugas menghubungi pembicara dan meminjam tempat. Sedangkan Isna bertugas membuat surat undangan dan konsumsi. Surat undangan tertera bahwa penyelenggara adalah HM* eksternal yang aku ikuti. Dalam satu hari tugas selesai dan hari kedua surat pun segera kami sebar ke ormawa-lemawa untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“ ukh ini ada undangan bedah buku islami dimasjid, besog Jumat datang ya” seruku pada ukh Rina pengurus LDK kampus.
“ darimana ini ukh?” serunya
“ dari HM* dan MHT* ukh” seruku
“ oh iya, silahkan anti kasihkan langsung pada ketuanya saja ya ukh” seru ukh Rina lagi
“ oiya ukh. Makasih “ sahutku
Segera kutarik Isna untuk menemaniku. Kami bergegas menghampiri akh Adi yang sedang duduk disudut ruangan. Dia tampak asyik mendengarkan murotal.
“ Akh Adi. Maaf ganggu. Ini ada undangan bedah buku untuk LDK mohon nanti dipublikasikan ya. Soalnya acara ini untuk umum.” Seruku
Akh Adi menerima surat itu sambil membaca Kop surat dengan logo HM* disana.
“ eh iya ukh. Nanti insyaAllah saya coba sampaikan” seru akh Adi.
“ oke Jazakillah” sahutku
Kamipun berlalu.
Seharian aku dan Isna berkeliling mencari sekretariat dari komisariat eksternal. Ada PM**, KAM**, HM*, H*I, dan UKK*.
“ alhamdulilah ya Isna. Meskipun Cuma berdua ternyata kalau niat semuanya bisa selesai.” Kami berdua tersenyum dan segera kembali ke kos.
Tiga hari sebelum hari H. Aku berjumpa dengan adik tingkatku yang kebetulan juga pengurus LDK .
“ dek bsog jumat bisa datang kan?” tanyaku
“ datang apa mbak?” tanyanya berbalik
“ datang acara bedah buku dhek. Sudah di smskan sama akh Adi kan?” seruku lagi
“ belum ikh mbak. Bedah buku apa? Dimana? “ serunya.
“ bedah buku Islam dek. Ya uda mungkin akh Adi lupa. Cos beberapa hari yang lalu udah aku kasihkan undangannya pada beliau. Khudznudzon aja deh. Nanti tak coba posting di grup FB LDK dek“ sahutku.
iya mbak. Siph InsyaAllah” sahutnya.
Dengan penuh harap kutekan tombol enter di laptopku. Hanya butuh waktu sepersekian detik. Postinganku sudah terpampang di grup LDK. Beberapa menit berselang
tiba-tiba sebuah pesan masuk.
Kubaca pesan tersebut. Dari Ukh Nisa.
“ Assalamualaikum ukh. Afwan postingan anti yang di grup LDK barusan sengaja mbak hapus. Profesional kerja saja ya ukh”
Aku termangu. “ profesional kerja? Maksudnya apa?” aku berpikir sejenak
“ ya Allah. aku tidak tahu mungkin karena aku memakai embel-embel HM* dan MHT* disini. oh berati acara eksternal memang tidak boleh diposting di grup. Ya sudah deh nggak papa” pikirku menenangkan diriku sendiri.
Segera saja kubalas pesan dari ukh Nisa.
“ oh afwan mbak. Saya pikir karena ini forum dakwah dan silaturahmi yang niatnya untuk mengudang kader eksternal dan internal jadi saya promosikan lewat grup LDK . tapi mohon maaf jika kurang berkenan. Terimakasih” enter seketika pesanku langsung terkirim
Lama berselang tak ada jawaban.
“ Ya Allah. semoga ukh Nisa tidak marah padaku” seruku dalam hati.
Satu hari sebelum acara.
“ mbak Sinta. Info bedah buku uda diposting belum di grup LDK? “ seru Rani yang kebetulan juga pengurus LDK sekaligus anggota MHT*.
“ udah dek tapi ternyata ndak boleh. Soalnya inikan kegiatan eksternal”. Seruku
“ lho siapa bilang nggak boleh mbak?” tanya Rani lagi.
Kuceritakan pada Rani tentang ukh Nisa yang semalam menghapus postingan ku terkait acara ini.
“ lhoh mbak, kok gitu ya. Coba nie mbak lihat. kemarin sekitar 2 minggu yang lalu. Ada kok anak eksternal K**** yang posting tentang milad K***** di grup LDK. Malah banyak yang komen. Nie coba lihat mbak” seru Rani memperlihatkan kepadaku.
Kubaca postingan yang ditunjukkan Rani.
Dalam Rangka Milad K**** yang ke** kami mengajak para mahasiswa untuk datang *********************************************************************
Aku bergidik dalam hati. Tiba-tiba rasa kecewa mulai menyelimuti hatiku.” Ternyata benar apa yang dikatakan seniorku. Ya Allah engkau yang maha tahu segalanya. Niatku hanya ingin kami bersatu dalam dakwah. Tapi kenapa harus dihalangi” seruku dalam hati.
“ hmm. Sudahlah Mungkin ukh Nisa lupa belum menghapus postingan ini Rani” seruku sembari tersenyum pada Rani.
“ iya mbak. Semangat, semoga acara besog lancar ya!!!” sahut Rani menyemangatiku
Hari H acara tiba. Alhamdulilah banyak yang datang. Meskipun sebagian besar yang datang adalah anak eksternal HM* dan MH** namun acara berjalan lancar. Saat sesi tanya jawab antusias kawan-kawan pun semakin meningkat. Aku melihat sekeliling tak ada anak LDK dan K**** yang hadir.
“sudah kuduga” batinku.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang. "Assalamualaikum ukh Sinta!". Serunya. Aku menengok kebelakang. “ Ukh Nisa!” seruku kaget.
“ iya ukh, afwan ya telat. Soalnya tadi ada rapat K****. Seru ukh Nisa
“ eh, gapapa ukh. Kirain gak bisa datang “ sahutku
Sementara itu dibelakang ukh Nisa nampak ada ukh Wulan, ukh Ririn, Ukh Nuri, Ukh Rina, Ukh Mei, Ukh Fitri dan Ukh Andina.
“ Ya Allah Rame banget ya, semua datang kesini” seruku bahagia
Kami bersalaman dan saling Cipika-Cipiki. Dalam hati aku merasa bersalah karena telah bersuudzon pada ukh Nisa dkk.
“ terimakasih ya ukh” sahutku sambil memeluk ukh Nisa.
“ terimakasih buat apa ukh? Tanya ukh Nisa
“ terimakasih sudah hadir ukh!. Afwan tadi ana sudah suudzon pada anti!. ” sahutku menambahkan
Aku memeluk ukh Nisa
“Gapapa ukh. Kewajiban seorang muslim kan salah satunya adalah menghadiri undangan dari saudaranya . Dan anti kan saudara semuslim ana. So meski bendera kita beda. Namun ikatan islamlah yang lebih kuat ukh“ seru ukh Nisa tersenyum lembut.
“ ya kini aku yakin. Aku bisa mengubah paradigma seniorku. Berbeda itu bukanlah alasan untuk tidak bersatu. Bukan perbedaan harokah yang seharusnya disalahkan. namun bagaimana pribadi kita menyikapi perbedaan. Harapan itu masih ada. Meski jalan yang kulalui pastinya masih panjang. Alhamdulilah ya Allah. terimakasih ukh “ seruku dalam hati
“ Ya Allah, bukan dakwah yang butuh kami. Namun kami yang membutuhkan dakwah.
Dakwah bukan persaingan. Apalagi adu kekuasaan.
Bukankah berjamaah itu lebih baik daripada sendirian. Bukankah perbedaan itu ada agar kami bisa belajar untuk menghargai. Meski bendera kami berbeda. Namun akidah kami sama. Kami terikat dalam kokohnya simpul islam. kami berlindung kepadamu dari sifat Asobiyah. Dari sifat yang menganggap hanya kelompok kamilah yang terbaik. Yang paling islami. Harapanku sederhana. Semoga kelak LDK dapat menjembatani perbedaan antar eksternal Islam. untuk menguatkan dakwah ini. Aamiin.
15:28 | Label: Catatanku | 0 Comments
Cerita Mengajarku
Seketika langsung saya sapa dhek raka. Hari ini kebetulan cuti bersama, meski begitu ibunda raka tetap ngotot menginginkan dhek raka untuk les pada hari itu. Setelah dhek raka menyiapkan jadwal dan pelajaran yang akan dipelajari, saya mecoba untuk hari ini mulai konsisten dalam menjalankan tugasku sebagai guru yang baik. Saya mulai menerapkan cara pengelolaan kelas yang baik yang saya dapat dari buku.
Pertama saya mulai mengenalkan pada raka tentang konsep waktu ku dan waktumu , umurnya kurang lebih 10 tahun, kelas 4 SD. Kepribadiaanya sering berubah-ubah mood nya jd sebgai guru saya harus bisa fleksibel dalam membuat aturan. Seperti biasa kali ini raka menunjukan gelagat kalau siang ini dia capek dan malas untuk belajar. Apalagi disaat ia tengah asyik dengan teman-temannya saya datang. Inilah ulah raka :
1. Raka mulai mengeluh kalau dia gerah, dan ingin agar kipas angin dihadapkan ke tubuhnya, ada –ada saja alasannya mulai tidak kena kipas, masih gerah, tidak nyaman dll
2. raka mulai mengeluarkan jurusnya, dengan memasang tampang memelas dan berlagak capek dalam belajar
3. dia mulai melawan dengan bertindak tidak sopan kepada saya seperti melemparkan bolpoint, melemparkan buku dan mengubah bahasa yang saya instruksikan ke dalam bahasa daerah seolah ingin agar saya terpancing emosi
sejenak saya ingat pesan dari salah satu buku yang saya baca untuk menjadi guru yang baik tersenyumlah pada anak didik kita, jangan sampai erpancing emosi. Perlahan tapi pasti saya dorong dia untuk mendengarkan saya dalam mengajar, karena waktu menerangkan adalah wakrtuku atau waktu guru jadi dia harus mendengarkan. Raka mulai berulah dia meminta saya untuk berdirisambil menerangkan saya pikr dia pasti mulai mengerjai saya. Saya terangkan padanya jika saya harus berdiri dia uga harus berdiri. Akhirnya raka mulai berdiri disini saya terangkansecara perlahan tentang mara pelajaran matematika. Sedikit demi sedikit saya memberi penegasan dan mengingatkan bahwa waktu ku adalah waktu saya yang berarti dia harus memperjatikan dan tidak boleh melakukan aktivitas lain yang menyebabkan dia tidak berkonsentrasi.
Karena terlalu lama berdiri saya mulai menanyakan padanya apakah raka ingin duduk dan ternyata ia di a meminta untuk duduk, sambil saya beri soal raka mulai menanyakan hal-hal tak masuk akal pada soal yang saya berikan seperti kenapa januari ada 31 hari dll. Saya jelaskanpadanya untuk mengikuti instruksi yang saya sebutkan sesuai contoh ,namun raka menolak dan mencaci saya sembari berkata” percuma mama bayar mba septi, kalau mbak septi g mau ngajarin raka” saya hanya diam saya biarkan dia mengoceh dengan ocehannya. Saya beri waktu 30 menit untuk mengerjakan 5 soal, sembari saya jelaskan waktu mengerjakan soal adalah waktu mu yang berarti waktunya raka dapat bebeas melakukan apa saja dengan syarat tugasnya harus selesai sebelum waktu habis. Raka pun dapat menyelesaikan soal dalam waktu 20 menit , yang kemudian saya beri kesempatan padanya untuk makan ataupun minum.
Disaat makan dan minum raka mulai terbawa keadaan sikapnya berubah stabil, dia mulai betanya dan mengajak saya ngobrol dan bertanya hal-hal disekolah yang menggelitik baginya. Suasana pun cair dan kini saya tahu kuncinya bahwa diperlukan usaha yang sungguh-sungguh, konsisten dan yakin dalam memulai metode baru apalagi dalam pelajaran .
Tips mengajar:
1. identifikasi tipe belajar anak apakah dia seorang anak kinestetik, audio atau visual
2. gunakan media pembelajaran yang dapat memaksimalkan tipe belajarnya
3. ketiaka mengantuk usahakan untuk membuat naka didik kita agar mengubah posisi tubunya saat duduk dan minum
4. gunakan konsep waktuku dan waktumu untuk mendapat perhatian mereka
5. cobalah tersenyum dan jagan sampai terbawa suasana
6. mengajarlah dengan hati yang ikhlas insyaALLAH setiap langkahnya berkah aamiin
semoga tulisan ini dapat membawa manfaat dan salam semangat dari saya
19:05 | Label: Catatanku | 0 Comments
aYO mENULIS
Disini saya ingin bercerita tentang motivasi saya membuat blog lagi ( karena sebelumnya juga uda punya blog, tapi uda lama ndak diapa-apain, hehe). pertama, saya kenalkan diri saya dulu nama saya septi saya kuliah di IKIP PGRI Semarang, jurusan PGSD ( pendidikan guru sekolah dasar) ya sebagai calon guru tentunya saya harus terus menggali ketrampilan terutama meulis apalagi calon guru SD .
Di semester 5 ini saya diampu oleh dosen-dosen yang banyak memberikan inspirasi untuk menulis sebut saja Pak W dan Bu S. karakternya yang ceriwis dan ceplas ceplos membuat kelas kami heboh, beliau juga merupakan kepala sekolah dan berhasil menjadi kepala sekolah teladan tingkat kota. meskipun tingkat kota beliau tetap berusaha untuk bisa meraih prestasi yang lebih hebat lagi,bu S sering bercerita bagaimana perjuangannya untuk dapat kuliah dan lulus dengan nilai terbaik, ternyata dibalik penampilannya yang ceplas -ceplos bu S termasuk seorang yang religius, meskipun saat ini beliau belum memakai kerudung namun beliau rutin menjalan kan puasa senin -kamis , sholat tahajud dan ibadah sunah lainnya. sebagai seorang muslim yang alhamdulilah sudah berjilbab saya seolah tersindir karena kenyataannya saya belum dapat menjalankan ibadah-ibadah tersebut secara rutin. kembali ke soal tulis menulis, bu S adalah seorang yang gigih, beliau berusaha menulis meskipun tidak ada pengalaman sebelumnya. rahasianya ternyata beliau sering mengunjungi kantor redaksi media cetak tersebut ,melakukan pendekatan sembari membahas isu-isu terhangat , dan bertanya bagaimana trik-trik menulis dan sebagainya. dan hasilnya alhamdulilah karya beliau sudah beberapa kali dimuat di media cetak . ya itu semua karean kegigihan, ikhtiar dan doa. disela-sela mata kuliah beliau sering menyisipkan cerita-cerita inspiratif beliau tentang kegigihan dan perjuangan terutama dalam mendapatkan sesuatu yang kita inginkan , kuncinya ikhtiar dan doa terimakasih ibu semoga kata-kata tersebut dapat saya praktekkan.
belum usai cerita bu S saya juga diampu oleh seorang dosen yang tak kalah hebatnya. sebut saja pak W beliau adalah seorang dosen luar biasa yang berprofesi sebagai kepala sekolah. beliau mendapat predikat sebagai kepala sekolah teladan tingkat nasional berkat karya-karya nya yang produktif. beliau juga sering bercerita akan karya-karyanya yang banyak terpampang di berbagai media cetak. salah satu perkataan beliau yang menarik dan masih terngiang sampai saat ini ditelinga saya adalah : ” huruf itu cuma ada a sampai z , tinggal kita bolak-balik saja maka jadilah sebuah karya” . sangat inspiratif batinku aku ingin seperti beliau.ditambah lagi pengalaman beliau yang yang sudah menjelajah beberapa negara di eropa dan asia timur. berkat keterampilan menulis beliau dikirim menjadi duta untuk studi banding melihat dan mengamati sistem pendidikan disana. dikelas beliau sering menuntun dan menyindir kami agar menjadi mahasiswa yang produktif. beliau juga berpesan pada kami ” barangsiapa yang karyanya mampu menembus media cetak apa saja maka saya tidak segan-segan untuk memberi nilai A” hmm, apakah saya mampu? kata beliau ” nek wedi ojo wani-wani, nek wani ojo wedi-wedi” artinya jika takut jangan berani-berani jika berani jangan takut-takut, hmm kita lihat saja pak saya akan berusaha aamiin
dan usut punya usut ternyata kedua dosen saya diatas tersebut adalah satu kuliah dulu, pantas saja karakter keduanya unik namun tetap satu pijakan yang sama, hehe senangnya diajar beliau beliau ini …
Dan disemester 5 inipun secara tidak sengaja saya banyak membaca profil orang -orang hebat yang masih sepantaran dengan saya sudah berhasil menelurkan berbagai karya tulis. bahkan seorang bocah 11 tahun ada yang sudah dapat mengarang sebuah buku, sungguh prestasi yang luar biasa. kenyataanya hanyalah katak dalam tempurung. saya tidak menyadari waktu terus bergerak dan persaingan semakin meningkat, diluar sana banyak mahasiswa sepantaran saya yang sudah banyak menghasilkan karya, namun saya tidak boleh menyerah saya ingin berlari dan berbaur bersama mereka,, hati saya tergugah untuk bisa berkarya karena
sebuah tulisan akan tetap dapat dikenang meskipun raga kita telah tiada
sebuah tulisan dapat merubah kehidupan seseorang meskipun itu kecil
sebuah tulisan dapat menyimpan banyak makna
sebuah tulisan dapat memberi banyak rasa
dan saya ingin menjadi setitik tinta yang dapat bermanfaat bagi perubahan orang disekitar saya.
” Menulis Untuk Perubahan yang Lebih Baik”
keep spirit dan pantang menyerah
ayo kita mulai menulis detik ini
wassalam
08:45 | Label: Catatanku | 0 Comments
Facebook Haruskah???
Untuk apa aku menulis status di facebook?
Kini ku temukan jawaban, facebook menjadi trend untuk menumpahkan segala isi hati dan unek-unek
Namun belakangan ini cara pikirku mulai kuubah , aku ingin memanfaatkan jejaring sosial facebook ini untuk tempat berbagi ilmu
Bukan tempat mengobral kata yang tak jelas…
Kadang aku jengkel juga jika ada temanku yang sengaja menggemborkan kejadia yang menurutku tidak usah terlalu dibesar-besarkan dan terlau kekanak kanakan di facebook, bukan aku benci bukan juga aku sirik, namun terkadang aku takut jika itu hanya digunakan sebagai alat untuk mencari perhatian orang semata apalagi kalau itu lawan jenis, ,,,
Karena pada kenyatannya itu hanya akan mengundang reaksi tak jelas dari lawan jenis, apalagi jika menandai mereka makin parah omongan yang dikeluarkan…
Memang aku tidak secantik temanku, aku juga tidak seramah dia, aku juga kalah hebat jika dibandingkan dengan kepintaran temanku , namun ya Allah aku hanya ingin membuat temanku sadar kalau segala perasaan yang kita rasakan tidak harus digemborkan lewat facebook,, cukup Allah sebagai enolong dan tempat berkeluh kesah, menulis status di facebook hanya membuat kita meratapi nasib, dan menjadi orang yang suka caper alias cari perhatian,, so mari benahi diri jaga hati agar kita tidak terseret virus candu facebook…
08:03 | Label: Catatanku | 0 Comments
Kebaikan dan Lingkaran balas budi yang menyesatkan
menurut saya hendaknya kita waspada untuk menerima kebaikan dari orang lain, jangan sampai kebaikan itu membuat kita melakukan keburukan, kebaikan yang tulus adalah yang tanpa pamrih tanpa mengharap balas jasa, namun itu dia kita secara tidak sadar terkadang telah masuk dalam suatu zona kebaikan yang membuat kita merasa tidak enak untuk tidak membalasnya, atau yang kita sebut balas budi. balas budi disini tentu merupakan sifat yang baik, karena balas budi sendiri merupakan respon kita akan kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain kepada kita. namun akan berbeda jika balas budi mengakibatkan kita tidak ikhlas dalam memberi atau buruknya malah membuat kita melakukan keburukan untuk diri kita sendiri,
Kebaikan
didalam kebaikan ada keihklasan
keikhlasan yang tulus dan suci
putih dan tanpa noda
menyebabkan bersinarnya wajah sang penerima
begitupula wajah sang pemberi kebaikan
mari lepaskan belenggu kesesatan balas budi
dan berani berkata tidak untuk kebaikan yang tak masuk akal
berubah untuk kebaikan dan bukan merubah kebaikan menjadi kesesatan
inspirasi dari lubuk hati dan pemikiran
07:30 | Label: Catatanku | 0 Comments
Desa Cluwuk Batang
setiba di Kaliboyo aku sudah disambut ole sahabatku, dengan menaiki sepeda motor kami bersama menuju desa Cluwuk, sepanjang perjalanan tampajk olehku hamparan sawah yang luas , dengan bau-bau khas tanah lempung bercampur air, di seberang sawah terlihat tinggi menjulang pegunungan yang diselimuti oleh kabut diatasnya, sungguh menyenangkan. ternyata jarak dari Kaliboyo menuju desa cluwuk cuku memakan waktu, kami tiba di rumah sahabtku 15 menit kemudian.
pagi harinya sebelum mentari terbangun di ufuk timur kedua orangtua sahabtku sudah bangun dan melakukan aktivitasnya masing-masing, dari mengerjakan ibadah, memasak, mandi , membuka warung dan pergi kesawah. rutinitas tersebut sudah biasa beliau-beliau ini lakukan. dan ternyata tidak hanya keluarga sahabatku yang sudah bersiap untuk mencari nafkah , warga lainnya pun begitu, padahal aku masih terlena dalam dekapan bantal hehe.usut punya usut dari cerita adik sahabatku ternyata orangtuanya memegang prinsip bahwa waktu harus digunakan semaksimal mungkin untuk bekerja bahkan ketika mentari hampir terbenam pun kita harus menyelesaikan pekerjaan kita sampai mentari benar-benar terbenam.
sekitar pukul 7 aku dan temanku jalan-jalan ke kebun keret ditemani adik temanku yang masih SMP karena kebetulan hari ini adalah hari libur, hmm mengelilingi desa cluwuk sungguh mengagumkan, dari penduduknya yang ramah , melewati hamparan sawah yang berundak-undak dan menikmati eksotisme kebun karet yang membuat aku seolah-olah berada di hutan tempat Alice menemukan lubang menuju ke wonderland.
di kebun karet tampak barisan pohon karet nan berjajar rapi, dan beberapa botol bekas sadapan di antara batang -batang yang menjulang, matahari tampak mengintip di balik rerimbunan, sungguh serasa di negeri dongeng ketika duduk dibawahnya sambil menikmati sejuknya pagi dibawah terdengar gemricik air dari sungai kecil , dan beberapa petani yang lewat sambil mengembalakan kerbau. senamg rasanya :D
hari kedua di desa Cluwuk, aku mengantarkan adik temanku berangkat sekolah menuju Kaliboyo, di perjalanan tampak anak-anak kecil berjalan bersama menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh, dalam hati aku sedikit geli pasalnya dengan tubuh yang kecil anak-anak tersebut menggendong tas yang besar sambil tertawa berceloteh bersama kawan-kawan. setiba di Kaliboyo adik sahabatku ini turun dan disana sudah ada beberapa temannya yang sudah menunggu,untuk berangkat bersama. inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya pikirku. pendidikan karakter yang didapat lewat pengalaman , bukan hanya teori yang selama ini digemborkan pemerintah. suasana kebersamaan berangkat dan pulang sekolah bersama, belajar kelompok , para anak-anak yang secara tidak sadar telah membangun rasa kesetiakawanan, bersyukur dan toleransi antar sesama, meski jarak yang jauh tapi loyalitas dan solidaritas tetap dipertahankan.
Desa Cluwuk engkau telah mengajarkanku untuk bersyukur pada Allah atas rejeki yang telah diberikan, enkau telah mengajarkanku arti menerima, menghagai dan etos kerja. aku salut dengan warga desa yang memilii etos kerja yang tinggi meskipun banyak yang tidak mengenyam bangku pendidikan. solidaritas anak-anak desa, keramahan dan budi pekerti luhur sungguh terangkum semua disana.
semoga saja aku masih memiliki kesempatan untuk dapat mengunjungimu lagi aamiin
18:23 | Label: Catatanku | 2 Comments
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "








